Dukcapil Kab. Bireuen » Detail » Bursa berjangka baru siap berlaga di lahan kering

Bursa berjangka baru siap berlaga di lahan kering

Sebanyak 12 perusahaan sepakat mendirikan bursa baru, di tengah rasa penasaran atas kondisi Indonesia sebagai negara berbasis komoditas primer tapi tak memiliki bursa berjangka yang dapat mengakomodasi kebutuhan lindung nilai dan menjadi rujukan harga.

Mereka adalah PT Swarna Abadi perkasa, PT Reksa Buana Sejahtera, PT Inti Kencana Mas, PT Anugrah Kreasi Bumi, PT Indonesia Bullions, PT Polamedia Mestika Pratama, PT Logam Mulia Pratama, PT Sinar Mas Futures, PT Kreasi Era Baru, PT Interlink Data Services, PT Indonesia Logam Pratama dan PT Karya Duta Persada.

Masing-masing memiliki saham 8,3% dalam PT Bursa Komoditi Derivatif Indonesia (BKDI) atau dikenal juga sebagai Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX).

Izin usaha pendirian BKDI ini diperoleh pada Selasa, 23 Juni 2009 dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) dengan Keputusan Kepala Bappebti No. 26/BAPPEBTI/KP/6/2009 pada 23 Juni 2009.

Dengan peluncuran BKDI pada 31 Maret, Indonesia akan memiliki dua bursa berjangka komoditas, setelah selama 10 tahun terakhir hanya bertumpu pada PT Bursa Berjangka Jakarta.

Transaksi di BBJ sendiri kurang merepresentasikan kewajiban yang diamanatkan UU No. 32/1997 tentang Perdagangan Berjangka Komoditi.

Volume transaksinya kurang dari 1% setiap bulannya, sangat kecil dibandingkan dengan transaksi di luar bursa (over the counter) yang dikenal sebagai Sistem Perdagangan Alternatif (SPA) yang mentransaksikan indeks saham dan valuta asing.

Dalam kondisi demikian, mengapa BKDI nekat berdiri?

Menurut Direktur Utama BKDI Megain Wijaya, pihaknya bercita-cita mendirikan bursa komoditas yang dapat menjadi tempat orang melakukan lindung nilai terhadap fluktuasi harga komoditas sekaligus memperoleh harga referensi.

"Masak sih Indonesia sebagai produsen utama minyak kelapa sawit mentah tetapi belum ada bursa berjangka yang bisa dijadikan tempat hedging, dan mengambil harga referensi mesti dari Bursa Malaysia. Bagaimana kita bisa bersaing dengan bursa global," kata anak dari Komisaris Utama BKDI Fenny Wijaya.

BKDI akan mentransaksikan komoditas primer yakni minyak kelapa sawit mentah (CPO), kopi, kakao, emas, timah, batu bara dan minyak mentah.

Pada peluncuran perdananya, bursa ini akan mentransaksikan kontrak berjangka emas berdenominasi rupiah.

Dukungan penuh

Penasaran yang juga bisa dikatakan sebagai kekhawatiran pada masalah yang sama, juga dialami pemerintah, dalam hal ini Bappebti. Tak heran Kepala Bappebti Deddy Saleh mengatakan akan mendukung penuh keberadaan BKDI selama bursa baru ini berada pada jalurnya yakni mentransaksikan kontrak komoditas.

Dalam hal ini Bappebti pun tidak tanggung-tanggung. Saat ini badan pengawas menyatukan barisan dengan pelaku bisnis di industri berjangka untuk melakukan amendemen atas UU No.32/1997.

Salah satu klausul yang diubah adalah demutualisasi bursa. Artinya, bursa dapat mencari untung (profit oriented). Selain itu, Bappebti juga memuluskan peraturan mengenai keterlibatan asing untuk berperan dalam perdagangan berjangka komoditas.

Perkembangan bursa berjangka komoditas di Indonesia ini sejalan dengan kecendrungan perkembangan bursa berjangka komoditas di negara-negara lain. Di China, misalnya, pada 1995 terdapat sekitar 50 bursa berjangka yang tersebar di berbagai provinsi, tetapi dalam perkembangannya hanya tiga bursa berjangka yang beroperasi secara aktif memperdagangkan kontrak komoditas primer.

Demikian pula India. Saat ini ada tiga bursa berjangka yang bertingkat nasional dengan memperdagangkan kontrak-kontrak komoditas dan puluhan bursa berjangka komoditas bertaraf lokal yang hanya memperdagangkan kontrak komoditas primer tertentu di negara bagian tertentu.

Pada awalnya di Malaysia tumbuh beberapa bursa berjangka, tetapi setelah melalui proses merger tinggal satu yaitu Bursa Malaysia, sedangkan di Singapura terdapat dua bursa berjangka yang aktif.

Jumlah bursa berjangka memang sangat bergantung pada pertimbangan kebutuhan atau bisnis serta seberapa jauh bursa bermanfaat bagi perekonomian nasional.

Melihat perkembangan bursa pendahulunya, bursa baru bertekad mampu 'membasahi' lahan yang kering. BKDI dengan 'kelihaiannya' mencari celah yang akan menarik minat nasabah untuk bertransaksi.

Salah satunya dengan meluncurkan kontrak berjangka emas berdenominasi rupiah pada transaksi perdananya. Kontrak berkode GOLDGR ini dipatok 100 gram per lot. Kontrak serupa ada sejak lama di BBJ-satu lot setara dengan 1 kilogram emas-tapi peminatnya sepi.

"Sebenarnya perdagangan berjangka komoditas bukan lahan kering, malah bisa dikatakan lahan basah, asal tahu bagaimana menarik minat masyarakat untuk bertransaksi di bursa berjangka. Mereka, khususnya para entitas bisnis di sektor komoditas, bertransaksi melalui bursa luar negeri," kata Megain.

Dengan kondisi demikian bursa berjangka komoditas di Indonesia ditantang untuk lebih menarik dan kompetitif.

Menanggapi semakin ketatnya persaingan di perdagangan berjangka, Direktur Utama PT Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) Hasan Zein Mahmud mengatakan pihaknya tidak takut karena persaingan justru mendorong untuk lebih maju dan memberi manfaat bagi masyarakat pengguna jasa industri berjangka.

"Saya sudah sering mengatakan tidak takut persaingan, bahkan saya suka persaingan karena memaksa kita untuk berbuat yang terbaik."

Namun menurut pendiri BBJ ini, persaingan menjadi adil jika bertanding di lapangan yang sama. Artinya, dengan peraturan dan ketentuan yang sama. Persaingan menjadi tidak sehat karena terlalu banyak pagar yang membatasi langkah BBJ untuk mengembangkan produk yang dijadikan kontrak berjangka.

Hal ini terkait dengan keppres mengenai subjek komoditas yang dapat dijadikan kontrak berjangka, yakni hanya 22 produk.

Selain harus bersaing dengan BKDI, persaingan juga terjadi dengan lembaga lelang komoditas secara online yakni i-PASAR. Perusahaan satu ini mentransaksikan komoditas secara lelang menggunakan sistem online.

Saat ini, i-PASAR mentransaksikan kayu jati bundar, dan selanjutnya jagung pipilan yang ditargetkan pada akhir bulan ini.

Sepertinya banyak peminat yang mau masuk ke industri berjangka komoditas domestik, padahal gaung industri ini belum terlalu nyaring. Bagaimana peran BKDI menghidupkan industri ini? Kita lihat saja.
Sumber ; Harian Bisnis Indonesia
(berliana.elisabeth@ bisnis.co.id)

1
Komentar

Leave a Reply


Tweets